Sepotong sejarah yang sangat penting dan menarik yang patut diketahui dan dihargai oleh semua orang percaya.

 William Tyndale adalah orang yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris, dan meninggal dengan cara dibakar hidup-hidup pada usia 42 tahun atas usahanya tersebut (Buku Martir Google Foxe).

Hampir 500 tahun yang lalu, William Tyndale, yang disebut sebagai 'Bapak Alkitab Bahasa Inggris' dicekik dan dibakar di sebuah tiang, setelah diadili dan dihukum karena alasan bid'ah dan usahanya dalam menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris.

PELANGGARANNYA! :

Ia menerjemahkan Alkitab Yunani ke dalam bahasa Inggris.

Bahwa sekarang Anda memiliki Alkitab dalam bahasa yang dapat Anda baca sebagian besar dikarenakan oleh hasil pekerjaannya.

Ada banyak frasa yang Anda baca di dalamnya, mempertahankan pemahamannya tentang bahasa Yunani dan Ibrani.

Tyndale merupakan lulusan Oxford dan Cambridge. 

Ia memiliki keinginan yang kuat untuk membuat Alkitab tersedia, bahkan untuk orang-orang biasa di Inggris, untuk mengoreksi 'ketidak pahaman' para imam tentang Alkitab.

Pada satu titik Tyndale mengatakan kepada seorang imam, "Jika Tuhan mengampuni hidup saya bertahun-tahun yang lalu, saya akan membuat banyak orang lebih tahu banyak tentang Kitab Suci daripada yang Anda ketahui."

Saat ini, 90% dari Kitab Suci King James Version dan 75% dari Revised Standard Version berasal dari terjemahan yang dibuat oleh Tyndale, seorang pria yang kepadanya Anda berhutang lebih dari yang pernah Anda ketahui.

Bagaimana Tyndale menyelesaikan tugasnya, ketika menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris yang adalah ILEGAL pada saat itu?'

Ia pergi ke London untuk bertanya kepada Uskup Tunstall apakah dia dapat diberi wewenang untuk membuat terjemahan bahasa Inggris dari Alkitab.

Tetapi Uskup tidak memberikan persetujuannya.

Namun, Tyndale tidak membiarkan ketidaksetujuan manusia menghentikannya untuk melakukan apa yang tampak begitu jelas sebagai kehendak Tuhan. Dengan dorongan dan dukungan dari beberapa pedagang Inggris, ia memutuskan untuk pergi ke Eropa untuk menyelesaikan terjemahannya, kemudian mencetaknya dan menyelundupkannya kembali ke Inggris.

Pada tahun 1524 Tyndale berlayar ke Jerman. 

Di Hamburg, dia mengerjakan Perjanjian Baru, dan di Cologne, dia menemukan pencetak yang akan mencetak karya itu. 

Namun, berita tentang aktivitas Tyndale diketahui oleh para penentang Reformasi. Mereka segera menggerebeknya.

Tyndale sendiri berhasil melarikan diri dengan halaman-halaman yang sudah dicetak dan pergi ke kota Worms di Jerman di mana Perjanjian Baru segera diterbitkan.

Enam ribu eksemplar dicetak dan diselundupkan ke Inggris.

Para Uskup melakukan segala usaha yang mereka bisa lakukan untuk membasmi Alkitab. Uskup Tunstall memiliki salinan yang dibakar secara seremonial di St. Paul's; Uskup Agung Canterbury membeli salinan untuk menghancurkannya. Tyndale menggunakan uang itu untuk mencetak edisi yang telah disempurnakan!.

Tyndale terus bersembunyi di antara para pedagang di Antwerpen dan mulai menerjemahkan Perjanjian Lama. Sementara itu agen Raja mencarinya di seluruh Inggris dan Eropa.

Salinan Tyndale "The Obedience of a Christian Man" jatuh ke tangan Henry VIII.

Memberikan alasan kepada raja untuk memisahkan Gereja di Inggris dari Gereja Katolik Roma pada tahun 1534.

Pada tahun 1535, Tyndale ditangkap dan dipenjarakan di kastil Vilvoorde (Filford), di luar Brussel selama lebih dari setahun.

Karya Tyndale dikecam oleh otoritas Gereja Katolik Roma dan Tyndale sendiri dituduh bid'ah.

Tyndale, 42, akhirnya ditemukan oleh seorang Inggris yang berpura-pura menjadi temannya, tetapi kemudian menyerahkannya kepada pihak berwenang. Setelah satu setengah tahun di penjara, ia dibawa ke pengadilan dengan alasan bid'ah -- KARENA PERCAYA, antara lain, PADA PENGAMPUNAN DOSA dan bahwa RAHMAT YANG DITAWARKAN DALAM INJIL CUKUP UNTUK KESELAMATAN. 

Pada bulan Agustus 1536, dia dihukum dan dieksekusi [dibakar hidup-hidup di tiang] di depan umum pada, tepatnya pada tanggal 6 Oktober 1536, di sebuah kota kecil di Belgia.

Saat dia terbakar sampai mati, Tyndale berkata, "Tuhan, bukalah mata raja Inggris."

APAKAH DOANYA DIJAWAB?

YA! Doa itu dijawab.

Pertama kali ketika tiga tahun kemudian, pada tahun 1539, Henry VIII meminta setiap gereja paroki di Inggris untuk menyediakan salinan Alkitab bahasa Inggris bagi umat parokinya. 

Hari ini, doa Tyndale dijawab sepenuhnya; tidak hanya mata Raja yang terbuka, tetapi Alkitab adalah instrumen universal bagi semua manusia.

* Pada tahun 1611, 54 orang cendekiawan yang menghasilkan King James Bible, memakai secara signifikan terjemahan dari Tyndale, serta dari terjemahan yang diturunkan darinya.

* Pada tahun 2002, Tyndale menempati urutan nomor 26 dalam jajak pendapat BBC tentang 100 warga Inggris terbesar.

Tetapi di sorga dia pasti akan berada sebelum urutan ke 25.

Sepotong sejarah yang sangat penting dan menarik yang patut diketahui dan dihargai oleh semua orang percaya.

Dan semoga ini menantang kita untuk menghabiskan waktu berkualitas dalam membaca buku yang mulia yang benar-benar dihasilkan oleh hamba yang luar biasa ini.

Hari ini sulit membayangkan dunia tanpa Alkitab bahasa Inggris.

Saat ini mungkin ada sebanyak 900 terjemahan seperti itu.

Tetapi sebelum Tyndale itu tidak pernah terjadi. Dia dikenal sebagai Bapak Alkitab Bahasa Inggris, karena karya penting Alkitab Versi King James yang sebagian besar merupakan terjemahan Tyndale yang ilmiah dan mudah diakses.

Bahasa Inggris, seperti halnya pemahaman ilmiah, terus berkembang – dan pekerjaan penerjemahan Alkitab berlanjut hingga hari ini..

Related Posts:

Kisah inspiratif Untuk bacaan pagi

Ingat, Anak bukan jaminan hidup kita bahagia di hari tua.

 HANCURNYA HATI SEBAGAI ORANG TUA...

(Kisah nyata untuk Renungan)


Di Kabupaten MAGELANG JAWA TENGAH ada seorang DUDA karena  istrinya telah meninggal dunia. Dengan gajinya sebagai GURU, dia membesarkan anak laki-laki satu²nya seorang diri. Anaknya sangat PATUH pada orangtuanya.


Dengan kerja keras, akhirnya, sang Bapak berhasil menyekolahkan anaknya itu sampai ke Amerika Serikat. Setelah tamat kuliah, anaknya bekerja di Amerika, beli rumah, dan menikah, serta telah dikaruniai seorang anak, dan HIDUP BERKECUKUPAN SERTA HARMONIS.


Bapaknya masih tetap tinggal di Pasir Pengaraian meneruskan pekerjaannya, seorang diri. Namun dia berencana: SETELAH PENSIUN nanti, ia ingin pindah ke Amerika, BERKUMPUL dengan anak dan menantunya, untuk MENIKMATI MASA TUANYA.


Tiga bulan sebelum tiba masa pensiun, dia menulis surat kepada anaknya: MEMBERITAHUKAN NIATNYA, untuk berkumpul bersama-sama di Amerika.


Dalam angan-angannya: SETELAH MEMBESARKAN ANAKNYA, maka di hari tua, anaknya pasti akan "MENJADI SANDARAN HIDUPNYA".


DALAM KHAYALANNYA, Saudara² dan kerabat²nya pasti akan KAGUM atas KESUKSESANNYA dalam MENDIDIK ANAK, dan IA akan BAHAGIA DI HARI TUANYA.


Sambil menunggu SURAT BALASAN dari anaknya, dia menyelesaikan semua masalah dan aset²nya di Pasir Pengaraian untuk siap² pindah ke Amerika.

 

Tibalah SURAT BALASAN dari anaknya: Ternyata di dalam amplop  terselip selembar cek 30 ribu USD dan selembar surat yang berbunyi: "Papa hasil diskusi saya dan istri, kami putuskan KAMI "TIDAK SIAP" MENERIMA PAPA untuk tinggal bersama kami di Amerika, karena adat istiadat di sini.


Jika Papa berpikir bahwa Papa sudah BERJASA  telah MENGASUH saya, maka berdasarkan perhitungan KURS SEKARANG, kira² Papa sudah MENGELUARKAN BIAYA lebih kurang 20 ribu USD (biaya mengasuh anak, hingga saya bisa seperti sekarang).


Karenanya saya kirim cek 30 ribu USD (saya lebihkan 10 ribu USD), untuk Papa, dengan harapan: Papa TIDAK LAGI menulis surat kepada saya.


HANCUR LULUH HATINYA setelah membaca surat itu. TAK DISANGKA anaknya akan berbuat seperti itu, INGIN rasanya ia untuk BUNUH DIRI.


Akhirnya dia MERENUNG UNTUK MENERIMA KENYATAAN maka sadarlah dia, dan BANGKITLAH SEMANGATNYA.


Dia GUNAKAN uang 30 ribu USD itu untuk BIAYA KELILING DUNIA. Dia senang BISA MELIHAT INDAHNYA alam di dunia ini.


Lalu ditulisnya sepucuk surat untuk anaknya: Anakku, kamu mau Papa tidak menulis surat lagi untuk kamu, maka ANGGAPLAH surat ini sebagai pelengkap kalimat yang kurang dari surat² Papa sebelumnya. Papa TELAH TERIMA ceknya, dan telah menggunakannya untuk biaya "tour keliling dunia". 


Dalam perjalanan tour itu, tiba² Papa merasa, HARUS BERTERIMAKASIH kepada kamu naaak.


TERIMAKASIH karena kamu telah mengajarkan Papa untuk MENGIKHLASKAN, MELEPASKAN, dan MELIHAT dengan nyata tentang: KASIH SAYANG  KELUARGA, SAHABAT, dan PASANGAN.


Dalam kehidupan manusia, semua yang di dunia itu TIADA YANG ABADI. Semuanya sedang dalam PROSES PERUBAHAN.


Jika Papa TIDAK MENGIKHLASKAN, atau masih MERASA MENDERITA karena PERLAKUANMU terhadap Papa, maka mungkin dalam setahunan ini Papa, telah MENINGGAL DUNIA dikarenakan BUNUH DIRI


Dan dalam neraka akan bertambah seorang yang mati PENASARAN dan Papa tidak mau jadi seperti itu.


KETIDAK BERPERASAAN mu telah MENYADARKAN Papa, bahwa: HUBUNGAN SESAMA MANUSIA hanya karena TAKDIR untuk BERKUMPUL, yang kemudian dapat BERPISAH. Semuanya TIADA YANG ABADI, TIADA YANG KEKAL.


Papa sekarang sudah menganggap TIDAK PUNYA ANAK, hati Mama sudah bebas, Papa pun sudah TIDAK PUNYA RASA KEKHAWATIRAN lagi. Papa sudah IKHLAS, Papa sudah hilangkan semua SAKIT HATI.

                                               PEPATAH MENGATAKAN: RUMAH ORANGTUA selamanya adalah RUMAH ANAK, tetapi RUMAH ANAK BUKANLAH rumah orangtua.


MELAHIRKAN ANAK merupakan TUGAS YANG WAJIB DILAKSANAKAN. NAMUN MENGASUH ANAK ADALAH  TUGAS SOSIAL karena terkadang harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anak.


TAPI, MENGANDALKAN ANAK DI USIA SENJA merupakan KESALAHAN   FATAL


Pelajaran baik untuk direnungkan, agar kita tidak terlalu mengharapkan BALAS BUDI dari anak di hari tua.


*SEMOGA BERMANFAAT, SALAM BAHAGIA DI HARI TUA BAGI YANG SUDAH PENSIUN.

Maaf bila sesuai dengan kehidupan saudara



Saya berjanji tidak akan melakukan perbuatan Onani lagi, karena perbuatan Onani hanya menuruti  kedagingan , tidak membuat  Jiwa dan Ragaku sehat, melainkan membuat Perasaan Bersalah dan berdosa terhadap Tuhan yang maha Esa.Hari Selasa, Tanggal 28 September 2021  

Related Posts:

IMAN

 

Pengikut