QUESTION -ANWER (QA)


QUESTION -ANSWER (QA)

Pak Puji  [08.06Wib,  29 Maret 2023]

 Selamat pagi bu Febrita, bapak dan ibu semua. 

Maaf saya ada sedikit usul berdasarkan apa yang saya amati selama ini. 

1. Mengingat kami para lektor tidak memiliki basic pendidikan theologi sama sekali. 

2. Setiap kali prolog yang kami buat berbeda beda tiap orang, sehingga cukup banyak waktu yang tersita untuk memperbaikinya. 

3. Akhirnya kebanyakan dari kami prolognya dibuat mengikuti prolog yang sudah fisiapkan oleh bu Febrita. 

Maka dari beberapa hal tsb, saya mengusulkan agar saat persiapan kami tidak perlu membuat prolog lagi, dan semua prolog cukup yang berasal dari bu Febrita. Waktu yang ada pada saat persiapan semata mata digunakan untuk melatih cara membaca yang baik. 

Demikian usul saya ini, semoga dapat menjadi pertimbangan bu Febrita dkk. 

Tks. 

Bu Liva

 Selamat pagi kak Febrita, pak Puji dan bapak /ibu semua. Saya sangat setuju sekali dengan usulan ini. Mohon bisa dipertimbangkan kembali kak Febrita. Terimakasih juga tuk usulannya pak Puji

Pak Iman

Iman: Setuju dengan bapak Puji. Karena prolog yang  disiapkan juga tidak dipakai, yang dipakai adalah prolog yang disiapkan ibu Febrita.

Answer by Febrita

Selamat pagi Bapak-ibu! 

Terima kasih usulannya. 

1. Bagi saya buat prolog dalam persiapan lektor dengan tujuan sebenarnya kita membaca Alkitab bukan soal teknis semata tapi juga memahami isinya. Sehingga seperti PA Kecil sebelum persiapan membaca di mimbar.  

2. Dengan membuat prolog sebenarnya kita belajar untuk memiliki basic teologis dari perikop Alkitab yang kita baca. Kita mengingat kembali apa yang sudah disampaikan dalam pembinaan  Lektor di awal Bp-ibu menjadi Lektor.

3. Posisi Lektor dalam ibadah sama dengan pendeta karena menyampaikan Firman Tuhan dengan segala gesturenya. Hanya tidak mengajar tetapi perlu memahami apa yang disampaikannya karena akan terlihat dalam gesturenya. 

Bapak-ibu, 

Agar tidak salah membuat prolog memang harus membeli minimal satu buku pelengkap Alkitab dari Kejadian - Wahyu atau berulang-ulang membaca sehingga memahami isinya.

Saya tidak masalah kalau bapak ibu salah membuat prolog tetapi saya menangkap ada juga yang dapat benar membuat prolognya. Atau sy minta Tim Liturgi mengosongkan prolog di liturgi supaya hanya prolog bp-ibu yang dimuat. ??

Kalau hanya soal teknis saja yang diutamakan dalam membaca Alkitab sebagai lektor saya tidak perlu lagi hadir dalam persiapan Lektor. Karena Pnt2 dan mantan Lektor sudah bisa mengajarkannya. Saya mungkin hadir hanya dalam pembinaan Lektor saja di awal. Terima kasih untuk sarannya.

  Baik Bp-ibu!

Persiapan berikutnya kita menyepakati bersama saja untuk persiapan Lektor ini lebih baik seperti apa... kita sama-sama ngobrol dan semoga baik untuk persiapan Lektor selanjutnya... Oke.. 

Related Posts:

IMAN

 

Pengikut