1 Korintus 9 : 15

 [12.24, 23/2/2023] +62 822-4913-1714: Slmat siang pak Iman, kadang dlm membaca Alkitab terjemahan Baru (TB) kadang ada yg susah dipahami  bahasanya, saya kadang membaca terjemahan Alkitab  bahasa yg lain , misalnya  kitab terjemahan yg lain nya misalnya  contoh sbb

[12.29, 23/2/2023] +62 822-4913-1714: Saya bc Alkitab dari aplikasi HP. Dan disitu saya juga mencari bahan referensi atau panduan,  juga ada bahan renungan nya. Walaupun saya juga membaca dlm keterbatasan nya untuk  bisa memahaminya.

[12.35, 23/2/2023] +62 822-4913-1714: Saya cari di tafsiran Alkitab .

[12.40, 23/2/2023] +62 822-4913-1714: Walaupun demikian, di sini Rasul Paulus memberitahukan bahwa ia telah melepaskan hak istimewanya dan menjelaskan alasan mengapa ia melakukan hal itu.


I. Rasul Paulus memberi tahu mereka bahwa di waktu yang lampau ia telah mengabaikan tuntutan atas hak-haknya: Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu (ay. 15). Ia juga tidak pernah makan atau minum atas beban mereka, atau membawa seorang istri untuk dicukupi kebutuhannya oleh mereka, atau mengelak bekerja untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri. Dari orang lain ia menerima santunan nafkah hidup, namun bukan dari mereka karena beberapa alasan khusus. Ia juga tidak menulis semuanya ini untuk menuntut haknya sekarang. Walaupun di sini ia menegaskan haknya, namun ia tidak menuntut haknya. Ia hanya menyangkal diri demi kepentingan mereka dan Injil.


II. Kita membaca alasan yang diberikan atas penyangkalan dirinya. Ia tidak ingin kemegahannya hilang: Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga! (ay. 15). Kemegahan ini tidak menyiratkan adanya kesombongan, kecongkakan diri, atau mencari pujian orang, selain kepuasan dan penghiburan yang teramat sangat. Satu-satunya kesenangannya adalah memberitakan Injil tanpa memberatkan orang lain. Ia sudah meneguhkan hati bahwa ia tidak ingin kehilangan kepuasan ini di antara mereka. Keuntungan yang didapatnya dari menyebarluaskan Injil adalah kemegahannya, dan ia menghargainya melebihi hak-haknya atau hidupnya yang hanya satu-satunya itu: Sebab ia lebih suka mati dari pada kemegahannya ditiadakan, daripada ia dikatakan lebih menyukai upahnya dibandingkan pekerjaannya. Tidak, ia siap untuk menyangkal diri demi kepentingan Injil. Perhatikanlah, merupakan kemegahan seorang pelayan Tuhan untuk lebih mendahulukan keberhasilan pelayanannya daripada kepentingannya sendiri. Ia lebih suka menyangkal diri, supaya ia dapat melayani Kristus dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Bukan dengan melakukan hal itu berarti ia telah melakukan lebih daripada semestinya. Ia tetap bertindak dalam batas-batas hukum kasih. Ia bertindak atas dasar-dasar pijakan yang benar-benar mulia. Dengan melakukan hal itu ia membawa banyak kemuliaan bagi Allah, dan orang-orang yang menghormati-Nya akan dihormati-Nya. Yang dikenan dan dipuji Allah adalah apa yang dipakai manusia sebagai dasar untuk menghargai dirinya dan mengambil penghiburan di dalamnya, walaupun ia tidak dapat membuat jasa dengan hal itu di hadapan Allah.


III. Rasul Paulus menunjukkan bahwa penyangkalan diri ini lebih mulia serta memberikan lebih banyak kepuasan dan kesenangan kepadanya daripada yang diberikan oleh pemberitaannya sendiri: “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil (ay. 16). Itu adalah tanggung jawabku, urusanku. Untuk pekerjaan inilah aku diangkat sebagai seorang rasul (1:17). Ini adalah suatu kewajiban yang dengan jelas dibebankan ke atasku. Ini sama sekali bukan soal kebebasan. Itu adalah keharusan bagiku. Aku akan berkhianat dan menjadi tidak setia atas kepercayaan yang diberikan kepadaku, aku melanggar sebuah perintah yang jelas dan tegas adanya, dan celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Orang-orang yang dikhususkan untuk memegang jabatan dalam pelayanan bertanggung jawab untuk memberitakan Injil. Celakalah mereka jika mereka tidak melakukannya. Tidak ada yang dikecualikan di sini. Namun, tidak ditugaskan kepada semua orang, juga tidak kepada para pemberita Injil, untuk melakukan pekerjaannya dengan cuma-cuma, untuk memberitakan firman tanpa memperoleh santunan nafkah hidup dari pekerjaan itu. Tidak dikatakan di sini, “Celakalah dia jika tidak memberitakan Injil sambil mencukupi kebutuhan dirinya sendiri.” Di dalam hal ini, Rasul Paulus lebih memilih bebas. Merupakan kewajiban baginya untuk memberitakan firman pada suatu waktu dan di dalam suatu keadaan tertentu tanpa menerima santunan nafkah hidup untuk pekerjaan itu. Namun, secara umum ia mempunyai hak untuk memperoleh santunan nafkah hidup, dan dapat mengharapkann

Related Posts:

SEKILAS RENUNGAN

  Sekilas Renungan

1. Cara Memandang Peristiwa Dalam Perjalanan Hidup

Seorang suami duduk di ruang kerjanya dia mengambil penanya dan mulai menulis :

Tahun lalu, saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di tempat tidur.

Di tahun yang sama, saya berusia 60 tahun dan memasuki usia pensiun, keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi, saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 35 tahun.

Di tahun itu juga saya ditinggalkan ayah yang tercinta.

Kemudian masih di tahun yang sama, anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu.

Di bagian akhir si suami ini menulis: Sungguh tahun yang sangat buruk!

Isteri sang bapak ini masuk ke ruangan dan mendapati suaminya yang sedang susah & sedih dan termenung. Dari belakang, sang isteri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan dia mundur dan keluar dari ruangan.

15 menit kemudian dia masuk kembali dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :

Tahun lalu, akhirnya suami saya berhasil menyingkirkan kantong empedunya yang selama bertahun-tahun membuat perutnya sakit.

Di tahun itu juga saya bersyukur, suami bisa pensiun dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada Tuhan, dia sudah diberikan kesempatan berkarya dan berpenghasilan selama 35 tahun untuk menghidupi keluarga kami.

Sekarang, suami saya bisa menggunakan waktunya lebih banyak untuk menikmati hidup ini.

Pada tahun yang sama, mertua saya yang berusia 95 tahun tanpa sakit apa-apa telah kembali kepada Tuhan dengan damai dan bahagia.

Dan masih di tahun yang sama pula. Tuhan telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat. Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut tetapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun.

Pada kalimat terakhir isterinya menulis :

Tahun lalu adalah tahun yang penuh berkat yang luar biasa dari Tuhan dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur

Saya bersyukur suami saya bisa pensiun & diberi Tuhan panjang umur & bisa sehat dari operasinya.

Sang suami tersenyum haru, dan mengalir air mata hangat di pipinya. Dia sangat berterimakasih kepada isterinya atas sudut pandang yang positif & optimis untuk setiap peristiwa dalam perjalanan hidup yang telah dilaluinya tahun lalu. Perspektif yang positif & optimis membuatnya gembira & bahagia.

Sahabat, di dalam hidup ini kita harus mengerti & memahami bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. tetapi karena kita bersyukur maka hati kita bahagia

Mari kita berlatih melihat suatu peristiwa dari sudut pandang positif & optimis serta tidak menyimpan dan menabung iri, benci & dendam dalam hati

Mengeluh bukan membuat beban hidup kita menjadi semakin ringan tapi membuat beban hidup semakin berat. Bersyukur membuat hidup menjadi semakin ringan

Kita bisa saja mengeluh karena melihat pohon mawar memiliki duri yang tajam & kita bisa saja bersyukur & bersukacita  karena pohon mawar memiliki bunga mawar yang indah

Orang yang berpikir negatif & pesimis, hidupnya banyak mengeluh yang menghasilkan kesusahan & kesedihan dalam perjalanan hidupnya

Orang yang berpikir positif & optimis, hidupnya banyak bersyukur yang menghasilkan kegembiraan & kebahagiaan dalam perjalanan hidupnya

1 Tesalonika 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu

Efesus 5, 20 - 21. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah hatimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus

[ Amin....


2.Berkat & Beban

Jika seseorang bisa membangun rumah besar & mewah, itu adalah berkat tapi harus mengurus, merawat & membersihkannya, itu adalah beban. Jika seorang punya bayi, itu adalah berkat tapi harus bangun tidur tengah malam, itu adalah beban. Jika seorang mencapai gelar sarjana, itu adalah berkat tapi harus belajar dengan keras, itu adalah beban..Jika kita sembuh dari penyakit, itu adalah berkat tapi harus hati-hati menjaga kesehatan, itu juga adalah beban. 

Semakin banyak berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, semakin besar juga beban yang kita tanggung sekaligus semakin besar tanggung jawab kita.

Berkat dan beban adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak bisa hanya meminta berkat tanpa mendapat beban. Jika kita memusatkan perhatian kita kepada beban, maka kita tidak pernah merasakan & menikmati berkat-Nya.

Jika kita memusatkan perhatian kita kepada berkat-Nya & Pemberi berkat maka kita akan merasa ringan untuk menanggung bebannya. Ingatlah bahwa beban yang kita pikul tidak akan melampaui kekuatan kita. Oleh sebab itu banyaklah bersyukurlah setiap hari, karena tiap hari adalah berkat.

Bukan berat beban yang membuat kita stres, tapi lamanya kita memikul beban tersebut.

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para mahasiswanya: Seberapa berat menurut Anda kira - kira segelas air ini?

Para mahasiswa menjawab mulai dari 400 gr sampai 500 gr.

Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama kita memegangnya," kata Covey

Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit 

 Jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin kamu harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.

Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.

Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Sakit hati, iri hati, kepahitan, kemarahan, kebencian & dendam yang kita simpan & tabung dalam hati kita adalah beban berat juga. Semakin lama kita menyimpan & menabungnya di hati & pikiran semakin berat beban yang kita rasakan & tanggung kita akan menjadi *stres bahkan kita akan menjadi stroke, akhirnya kita akan menjadi *stop

Kita harus membuang dengan ikhlas beban yang kita simpan & tabung dalam hati kita itu agar hidup kita menjadi terasa lega & ringan

Hidup ini adalah sementara & kesempatan. Manfaatkanlah dan nikmatilah hidup ini

Pandanglah bahwa pekerjaan & pelayanan yang kita lakukan adalah berkat, *Jangan jadikan pekerjaan & pelayanan kita sebagai beban

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat disentuh  atau dipegang tapi dapat dirasakan & dinikmati dalam hati & pikiran kita. 

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya – juga itu pun karunia Allah. Pengkhotbah 5: 18.

Seseorang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. Pengkhotbah 6:2

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi, 4: 13.

Related Posts:

DOA JUNIAR MANGULIMAN

Akar bajakah tiba di Cikarang dari Kalimantan tgl : 3 Maret 2023 dan  mulai diminum hari Jumat tanggal 3 Maret 2023

Pokok Doa

 1,  Tuhan  yang menciptakan langit dan bumi, tolong hambamu ini, hilangkan   benjolan kecil di belakang leherku sebelah kiri dan sembuhkan. 

2.Tuhan tolong Tumbuhkan kembali  gigiku yang  copot  dengan gigi yang baru menggantikannya gigiku yang ompong tsb.

3. Tuhan bersihkan karang  gigi yang nempel pada permukaan gigiku. 

4. Tuhan tolong perbaiki  penglihatanku supaya dapat membaca Alkitab  dengan jelas tanpa memakai kaca mata

5. Tuhan tolong sembuhkan dari kebiasaan sering kencing pada malam atau siang hari

6. Tuhan sembuhkan gigiku yang seperti terpotong pisau

7. Tuhan sembuhkan gigiku yang sering sakit


Yohanes 9:2-3

2. Murid-murid bertanya kepada-Nya : "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"

3. Jawab Yesus : "Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan didalam dia.















Related Posts:

IMAN

 

Pengikut