Sekilas Renungan
1. Cara Memandang Peristiwa Dalam Perjalanan Hidup
Seorang suami duduk di ruang kerjanya dia mengambil penanya dan mulai menulis :
Tahun lalu, saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di tempat tidur.
Di tahun yang sama, saya berusia 60 tahun dan memasuki usia pensiun, keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi, saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 35 tahun.
Di tahun itu juga saya ditinggalkan ayah yang tercinta.
Kemudian masih di tahun yang sama, anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu.
Di bagian akhir si suami ini menulis: Sungguh tahun yang sangat buruk!
Isteri sang bapak ini masuk ke ruangan dan mendapati suaminya yang sedang susah & sedih dan termenung. Dari belakang, sang isteri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan dia mundur dan keluar dari ruangan.
15 menit kemudian dia masuk kembali dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :
Tahun lalu, akhirnya suami saya berhasil menyingkirkan kantong empedunya yang selama bertahun-tahun membuat perutnya sakit.
Di tahun itu juga saya bersyukur, suami bisa pensiun dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada Tuhan, dia sudah diberikan kesempatan berkarya dan berpenghasilan selama 35 tahun untuk menghidupi keluarga kami.
Sekarang, suami saya bisa menggunakan waktunya lebih banyak untuk menikmati hidup ini.
Pada tahun yang sama, mertua saya yang berusia 95 tahun tanpa sakit apa-apa telah kembali kepada Tuhan dengan damai dan bahagia.
Dan masih di tahun yang sama pula. Tuhan telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat. Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut tetapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun.
Pada kalimat terakhir isterinya menulis :
Tahun lalu adalah tahun yang penuh berkat yang luar biasa dari Tuhan dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur
Saya bersyukur suami saya bisa pensiun & diberi Tuhan panjang umur & bisa sehat dari operasinya.
Sang suami tersenyum haru, dan mengalir air mata hangat di pipinya. Dia sangat berterimakasih kepada isterinya atas sudut pandang yang positif & optimis untuk setiap peristiwa dalam perjalanan hidup yang telah dilaluinya tahun lalu. Perspektif yang positif & optimis membuatnya gembira & bahagia.
Sahabat, di dalam hidup ini kita harus mengerti & memahami bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. tetapi karena kita bersyukur maka hati kita bahagia
Mari kita berlatih melihat suatu peristiwa dari sudut pandang positif & optimis serta tidak menyimpan dan menabung iri, benci & dendam dalam hati
Mengeluh bukan membuat beban hidup kita menjadi semakin ringan tapi membuat beban hidup semakin berat. Bersyukur membuat hidup menjadi semakin ringan
Kita bisa saja mengeluh karena melihat pohon mawar memiliki duri yang tajam & kita bisa saja bersyukur & bersukacita karena pohon mawar memiliki bunga mawar yang indah
Orang yang berpikir negatif & pesimis, hidupnya banyak mengeluh yang menghasilkan kesusahan & kesedihan dalam perjalanan hidupnya
Orang yang berpikir positif & optimis, hidupnya banyak bersyukur yang menghasilkan kegembiraan & kebahagiaan dalam perjalanan hidupnya
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu
Efesus 5, 20 - 21. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah hatimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus
[ Amin....
2.Berkat & Beban
Jika seseorang bisa membangun rumah besar & mewah, itu adalah berkat tapi harus mengurus, merawat & membersihkannya, itu adalah beban. Jika seorang punya bayi, itu adalah berkat tapi harus bangun tidur tengah malam, itu adalah beban. Jika seorang mencapai gelar sarjana, itu adalah berkat tapi harus belajar dengan keras, itu adalah beban..Jika kita sembuh dari penyakit, itu adalah berkat tapi harus hati-hati menjaga kesehatan, itu juga adalah beban.
Semakin banyak berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, semakin besar juga beban yang kita tanggung sekaligus semakin besar tanggung jawab kita.
Berkat dan beban adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak bisa hanya meminta berkat tanpa mendapat beban. Jika kita memusatkan perhatian kita kepada beban, maka kita tidak pernah merasakan & menikmati berkat-Nya.
Jika kita memusatkan perhatian kita kepada berkat-Nya & Pemberi berkat maka kita akan merasa ringan untuk menanggung bebannya. Ingatlah bahwa beban yang kita pikul tidak akan melampaui kekuatan kita. Oleh sebab itu banyaklah bersyukurlah setiap hari, karena tiap hari adalah berkat.
Bukan berat beban yang membuat kita stres, tapi lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para mahasiswanya: Seberapa berat menurut Anda kira - kira segelas air ini?
Para mahasiswa menjawab mulai dari 400 gr sampai 500 gr.
Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama kita memegangnya," kata Covey
Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit
Jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin kamu harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.
Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.
Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Sakit hati, iri hati, kepahitan, kemarahan, kebencian & dendam yang kita simpan & tabung dalam hati kita adalah beban berat juga. Semakin lama kita menyimpan & menabungnya di hati & pikiran semakin berat beban yang kita rasakan & tanggung kita akan menjadi *stres bahkan kita akan menjadi stroke, akhirnya kita akan menjadi *stop
Kita harus membuang dengan ikhlas beban yang kita simpan & tabung dalam hati kita itu agar hidup kita menjadi terasa lega & ringan
Hidup ini adalah sementara & kesempatan. Manfaatkanlah dan nikmatilah hidup ini
Pandanglah bahwa pekerjaan & pelayanan yang kita lakukan adalah berkat, *Jangan jadikan pekerjaan & pelayanan kita sebagai beban
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat disentuh atau dipegang tapi dapat dirasakan & dinikmati dalam hati & pikiran kita.
Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya – juga itu pun karunia Allah. Pengkhotbah 5: 18.
Seseorang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. Pengkhotbah 6:2
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi, 4: 13.